rss

Tuesday, January 5, 2010

Kronologis gus Dur Dirawat di RSCM

Okezone

Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Akmal Taher menjelaskan kronologi KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dirawat di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Menurut dia, pada 25 Desember 2009 sekira pukul 08.00 WIB, mendapat berita dari Direktur Utama RS Dr Sutomo, Gus Dur akan dibawa ke RSCM. "Gus Dur akan dibawa ke Cipto karena keadaannya lemah dan perlu cuci darah," ujarnya di RSCM, Jakarta, Selasa (5/1/2010).

Kata dia, saat itu Gus Dur mengalami kekurangan cairan dan kadar gula rendah.

Pukul 12.45 WIB, Gus Dur tiba di RSCM kemudian ke ruang cuci darah.

Pukul 13.30 WIB, dilakukan pencucian darah dan Gus Dur menerima tamu antara lain Menkes dan Menkum HAM.

Pukul 18.00 WIB, cuci darah selesai dan Gus Dur dibawa ke kamar 116 untuk observasi dan kemungkinan ekstraksi gigi karena sebelumnya ada abses atau nanah di geraham.

"Tanggal 26-27 Desember, kondisi stabil dan dipersiapkan ekstraksi gigi dan dipersiapkan anesthesia lokal, tapi dilakukan di kamar operasi," ujar Akmal.

Tanggal 28 Desember sekira pukul 11.00 WIB, dilakukan ekstraksi gigi dengan anesthesia lokal dan sempat terjadi prekosi denyut jantung yang lambat tapi dapat diatasi. Pukul 11.30 WIB, Gus Dur dibawa ke ICU tapi kondisnya masih sadar.

Tanggal 29 Desember pukul 10.00 WIB, dilakukan cuci darah kembali dan selesai pada pukul 13.30 WIB, kemudian dirawat ke ruangan tapi tidak di ICU.

Tanggal 30 Desember, keadaan Gus Dur terlihat baik-baik saja.

Pada pukul 11.30 WIB, Gus Dur mengeluhkan sakit hebat pada bokong kanan dan menjalar ke tungkai dan kaki kanan. "Tim dokter melakukan pemeriksaan dan diduga ada sumbatan di tungkai kaki kiri dan kanan," kata Akmal.

Pukul 12.30 WIB, tim melakukan pemeriksaan USG dan ditemukan sumbatan total di panggul kanan dan sebagian di panggul kiri.

"Waktu itu Gus Dur mengalami sesak nafas. Kami melakukan pertolongan dan dipindahkan ke ICU jantung terpadu, dan keluarga sudah mengetahui," katanya.

Pada pukul 14.22 WIB, tim dokter melaporkan ke Menkes dan dilakukan tindakan medis sebaik-baiknya serta dilaporkan kondisi pasien dari waktu ke waktu.

Pada pukul 14.40-15.08 WIB, tim dokter melakukan prosedur tindakan ortografi dan ditemukan ada sumbatan total di pembuluh darah besar (aorta) sampai pada percabangan alteri panggul kiri dan kanan.

Pukul 16.30 WIB, kondisi dan tindakan dilaporkan ke Menkes. Pukul 17.45 WIB, dalam prosedur pengambilan darah, kondisi pasien disertai dengan penurunan kesadaran. "Kami memberikan alat bantu nafas dan disertai tindakan memperbaiki pasien," imbuh Akmal.

Pukul 17.55 WIB, keadaan pasien dilaporkan ke dokter Kepresidenan dan tim dokter RSCM dan diinformasikan Presiden SBY akan datang ke RSCM.

Pukul 18,15 WIB, Gus Dur dalam kondisi kritis dan memburuk sehingga dilakukan tindakan resistasi.

Pukul 18.25 WIB, Presiden SBY tiba dan menemui keluarga kira-kira 20 meter dari ruang tindakan tapi tidak masuk, didampingi istri Gus Dur dan menantunya.

Menurut dia, Presiden berdua di tempat masuk tapi tidak ke ruangan. Kemudian pada pukul 18.30 WIB, Presiden SBY menjauhi ruang tindakan dan berbicara dengan tim dokter serta Menkes. "Resistasi tetap dilanjutkan dan tim bedah vaskuler, kardiologi staf ahli jantung," ujarnya.

Pukul 18.45 WIB, Pasien dinyatakan meninggal dan disampaikai langsung ke warga. Presiden menyampaikan belasungkawa. Pukul 18.55 WIB, Presiden meninggalkan RSCM.(ram)









0 komentar:

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Law School

Advertisement

Book

Reflection Constitutional Reform 1998-2002


Guest Book


Free Page Rank Tool


 

Friends

Followers

Chicklet